Jumat, 06 November 2015

PENGERTIAN KEPEMIMPINAN DAN TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF



1.      Pengertian Leadership
Kepemimpinan atau leadership adalah kemampuan seseorang untuk memimpin atau mengendalikan fikiran, perasaan, atau tingkah laku orang lain untuk mencapai tujuan suatu organisasi atau suatu tujuan perusahaan tertentu .

Pengertian kepemimpinan menurut para ahli :
Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin.

Dari beberapa definisi diatas, saya dapat menyimpulkan bahwa pengertian kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk memimpin, mempengaruhi, suatu organisasi untuk mau bekerjasama membangun suatu ikatan organisasi guna mencapai tujuan yang diinginkan dengan baik.

2.      Teori-teori kepemimpinan partisipatif
A.    Teori X dan Y dari Mc Douglas

a.     Teori X
Teori X menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Individu yang berperilaku teori X mempunyai sifat : tak suka dan berusaha menghindari kerja, tak punya ambisi, tak suka tanggung jawab, tak suka memimpin, suka jadi pengikut, memikirkan diri tak memikirkan tujuan organisasi, tak suka perubahan, sering kurang cerdas.
Contoh individu dengan teori X : rumah tangga

- Keuntungan Teori X :
·         Karyawan bekerja untuk memaksimalkan kebutuhan pribadi.

- Kelemahan Teori X :
·         Karyawan malas,
·         Berperasaan irrasional,
·         Tidak mampu mengendalikan diri dan disiplin.

b.    Teori Y
Teori Y memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya. Individu yang berperilaku teori Y mempunyai sifat : suka bekerja, commit pada pekerjaan, suka mengambil tanggung jawab, suka memimpin, biasanya orang pintar.
Contoh orang dengan teori Y : manajer yang berorientasi pada kinerja.

- Keuntungan teori Y :
·         Pekerja menunjukkan kemampuan pengaturan diri,
·         Tanggung jawab,
·         Inisiatif tinggi,
·         Pekerja akan lebih memotivasi diri dari kebutuhan pekerjaan.

- Kelemahan Teori Y :
·         Apresiasi diri akan terhambat berkembang karena karyawan tidak selalu menuntut kepada perusahaan

B. Teori Sistem 4 dari Kensis Linkert

- Asumsi dasar
Bila seseorang memperhatikan dan memelihara pekerjanya dengan baikmaka operasional organisasi akan membaik. Fungsi-fungsi manajemen berlangsung dalam empat system:
·   Sistem pertama : system yang penuh tekanan dan otoriter dimana segala sesuatu diperintahkan dengan tangan besi dan tidak memerlukan umpan balik.
·    Sistem kedua : system yang lebih lunak dan otoriter dimana manajer lebih sensitive terhadap kebutuhan karyawan.
·       Sistem ketiga : system konsultatif dimana pimpinan mencari masukan dari karyawan.
·       Sistem keempat : system partisipan dimana pekerja berpartisipasi aktif dalam membuat keputusan.

C. Model Leadership Continuum

Teori ini merupakan hasil pemikiran dari Robert Tannenbaum dan Warren H.Schmidt. Tannenbaun dan Schmidt dalam Hersey dan Blanchard (1994) berpendapat bahwa pimpinan mempengaruhi pengikutnya melalui beberapa cara, yaitu dari cara yang menonjolkan sisi ekstrim yang disebut dengan perilaku otokratis sampai dengan cara yang menonjolkan sisi ekstrim lainnya yang disebut dengan perilaku demokratis.

Perilaku otokratis, pada umumnya dinilai bersifat negative, dimana sumber kuasa atau wewenang berasal dari adanya pengaruh pimpinan.
Perilaku demokratis, perilaku kepemimpinan ini memperoleh sumber kuasa atau wewenang yang berawal dari bawahan.

Menurut teori continuun ada tujuh tingkatan hubungan pemimpin dengan bawahan:
·   Pemimpin membuat dan mengumumkan keputusan terhadap bawahan (telling).
·   Pemimpin menjualkan dan menawarkan keputusan terhadap bawahan (selling).
·   Pemimpin menyampaikan ide dan mengundang pertanyaan.
·   Pemimpin memberiakn keputusan tentative dan keputusan masih dapat diubah.
·  Pemimpin memberikan problem dan meminta sarang pemecahannya kepada bawahan (consulting).
·   Pemimpin menentukan batasan-batasan dan minta kelompok untuk membuat keputusan.
·   Pemimpin mengizinkan bawahan berfungsi dalam batas-batas yang ditentukan (joining).

Jadi, berdasarkan teori continuum, perilaku pemimpin pada dasarnya bertitik tolak dari dua pandangan dasar:
·         Berorientasi kepada pemimpin.
·         Berorientasi kepada bawahan.


Daftar pustaka:

Kadarusman, D. (2012.). Natural intelligence leadership. Jakarta: Penerbit Raih Asa
            Sukses.
Moeljono, D. (2008). More about beyond leadership:12 konsep kepemimpinan.
            Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
O'toole, J. (2003). Leadership a to z. Jakarta: PT.Erlangga.
Tjahjono, H. (2011). Culture based leadership. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar