Curah
hujan dengan intensitas tinggi sejak Selasa (17/1) hingga kemarin
malam, tidak saja merendam ratusan rumah di wilayah bantul. Tapi dampak
lain yang ditimbulkan adalah terjadinya longsor di berbagai perbukitan wilayah
Bantul. Beruntung, Longsor tidak membawa korban jiwa, akan tetapi longsor
tersebut cukup memporak-porandakan beberapa wilayah dan mengakibatkan akses
beberapa jalan yang jadi jalur utama perekonomian warga agak terganggu. Pantaun
yang dilakukan oleh tiem relawan Jogja Siaga Bencana, beberapa wilayah Bantul
yang terhimbas tanah longsor adalah; dusun Kanigoro Mangunan, dusun Kaligatuk
Srimulyo dan dusun Jetis Selopamioro Imogiri.
Dari tiga lokasi itu, kerusakan yang paling parah terjadi di dusun Jetis Selopamioro Imogiri, karena jembatan penghubung yang menghubungkan dengan dusun Kedungjati ambles, sehingga untuk sementara lalulintas di dua dusun tersebut lumpuh. Informasi yang berhasil dikumpulkan oleh tiem relawan Jogja Siaga Bencana, diperoleh keterangan, selain mengakibatkan tanah perbukitan longsor juga bebarapa wilayah lahan pertanian serta rumah penduduk terendam air. Ada sekitar 9 hektare tanah pertanian terendam air, dan juga ada beberapa hektar lahan perkebunan terendam air. BPBD Kabupaten Bantul sendiri, mendata ada 9 titik wilayah yang rawan terhadap banjir. Ke 9 titik wilayah yang rawan banjir itu adalah, di Wukirsari, Nogosari, Girirejo, Gejayan, Kradenan, Karangtengah, Girirejo, Wonolelo, Kanigoro dan Kaligatuk. Sampai berita ini ditulis, warga masyarakat yang terhimbas banjir masih berjaga-jaga dan bergotong-royong membenahi infrastruktur-infrastruktur penting secara swadaya.
Dari tiga lokasi itu, kerusakan yang paling parah terjadi di dusun Jetis Selopamioro Imogiri, karena jembatan penghubung yang menghubungkan dengan dusun Kedungjati ambles, sehingga untuk sementara lalulintas di dua dusun tersebut lumpuh. Informasi yang berhasil dikumpulkan oleh tiem relawan Jogja Siaga Bencana, diperoleh keterangan, selain mengakibatkan tanah perbukitan longsor juga bebarapa wilayah lahan pertanian serta rumah penduduk terendam air. Ada sekitar 9 hektare tanah pertanian terendam air, dan juga ada beberapa hektar lahan perkebunan terendam air. BPBD Kabupaten Bantul sendiri, mendata ada 9 titik wilayah yang rawan terhadap banjir. Ke 9 titik wilayah yang rawan banjir itu adalah, di Wukirsari, Nogosari, Girirejo, Gejayan, Kradenan, Karangtengah, Girirejo, Wonolelo, Kanigoro dan Kaligatuk. Sampai berita ini ditulis, warga masyarakat yang terhimbas banjir masih berjaga-jaga dan bergotong-royong membenahi infrastruktur-infrastruktur penting secara swadaya.
sumber: http ://jogja.siagabencana.net/2012/01/curah-hujan-tinggi-bantul-disapu-banjir-dan-tanah-longsor/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar