Sabtu, 02 Januari 2016

MOTIVASI


1. HIERARKI KEBUTUHAN MASLOW

Teori hierarki kebutuhan Maslow adalah teori yang diungkapkan oleh Abraham Maslow. Ia beranggapan bahwa kebutuhan-kebutuhan di tingkat rendah harus terpenuhi atau paling tidak cukup terpenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan-kebutuhan di tingkat lebih tinggi menjadi hal yang memotivasi.
Seperti yang kita pahami bersama bahwa setiap orang memiliki tingkat kebutuhan yang berbeda.Maslow (1970) telah menyusun kebutuhan-kebutuhan manusia dalam lima tingkat yang akan dicapai sebagai berikut:
1. Kebutuhan Fisiologi
Merupakan kebutuhan tingkat pertama yang paling rendah dan harus dipenuhi dan dipuaskan sebelum mencapai kebutuhan pada tingkat yang lebih tinggi.Kebutuhan ini terdiri dari makan,minum,pernapasan dan lain-lain yang bersifat biologis.
2. Kebutuhan Keamanan
Yang termasuk kebutuhan keamanan adalah kestabilan, ketergantungan, perlindungan, bebas dari rasa takut dan ancaman.
3. Kebutuhan Sosial
Yaitu kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain, pada saat ini individu akan sangat merasa kesepian dan terisolasi dari pergaulan.
4. Kebutuhan Harga Diri
Kebutuhan harga diri dapat dibagi menjadi dua katagori. Pertama adalah kebutuhan terhadap kekuasaan, berprestasi, pemenuhan diri, kekuatan, dan kemampuan untuk memberi keyakinan serta kebebasan. Kedua adalah kebutuhan akan nama baik, status, keberhasilan, pengakuan, perhatian, penghargaan.
5. Kebutuhan Aktualisasi Diri
Masing-masing orang ingin mewujudkan diri sebagai seorang yang mempunyai kemampuan yang unik. Kebutuhan ini hanya ada setelah empat kebutuhan sebelumnya dicapai secara memuaskan. Pada dasarnya bertujuan untuk membuat seluruh potensi yang ada dalam diri seseorang sebagai suatu wujud nyata yaitu dalam bentuk usaha aktualisasi diri.

2. KEBUTUHAN YANG RELEVAN DENGAN PERILAKU DALAM ORGANISASI

Teori jenjang kebutuhan. Teori bahwa manusia mempunyai banyak kebutuhan dan keinginan yang tersusun sedemikian hingga bila satu kebutuhan telah terpenuhi maka manusia tersebut akan berusaha akan memenuhi tingkat kebutuhan yang lebih tinggi telah dikemukan beberapa tahun lalu. Pada setiap saat, sesorang akan berusaha memuaskan kebutuhan yang berbeda-beda dan kebutuhan-kebutuhan inilah yang menentukan perilaku manusia. Jenjang kebutuhan manusia bergerak mulai dari kebutuhan fisik dasar seperti kebutuhan akan makan dan tidur, sampai kebutuhan psikologis akan makanan yang lebih baik, gengsi dan status serta kenikmatan hidup. Teori ini menyiratkan bahwa sistem pengendalian manajemen haruslah didasarkan pada keinginan manusia untuk memuaskan kebutuhannya, yang berbeda setiap saat, untuk setiap keadaan dan bagi orang yang berbeda. Manajemen senior mempunyai kebutuhan dan keinginan yang berbeda dari kebutuhan dan keinginan manajemen yunior. Sistem pengendalian manajemen harus dirancang dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan ini agar para anggota organisasi dapat diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi dengan cara yang efektif dan efisien.

3. ANALISA

Menurut saya, hierarki kebutuhan yang paling penting yang di gambarkan oleh Abraham Maslow adalah kebutuhan fisiologis. Contoh dari kebutuhan fisiologis adalah oksigen untuk bernafas. Semua manusia sangat membutuhkan oksigen untuk bernafas. Setelah itu, ada kebutuhan akan rasa aman, semua orang pasti membutuhkan rasa aman atau kenyamanan dalam hidupnya, Setelah kebutuhan fisiologis dan rasa aman orang menginginkan akan rasa sayang atau cinta, tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang menginginkan  cinta  agar tidak merasa kesepian dan keterasingkan, lalu setelah orang itu merasa puas akan cinta pasti semua orang membutuhkan kebutuhan esteem yaitu kebutuhan akan pengakuan dari orang lain karena semua manusia pasti ingin di akuin keberadaannya dan yang terakhir adalah kebutuhan akulturasi yaitu kebutuhan yang bagaimana seharusnya manusia lakukan karena telah lahir di dunia ini.

DAFTAR PUSTAKA
Hamid, S. (2014). Manajemen sumber daya manusia lanjutan. Yogyakarta:Deepublish.
Donnelly, G.I. (1985). Organisasi. Jakarta: Erlangga
KenBlanchard, P.H. (1982). Manajemen perilaku organisasi. Jakarta: Erlangga
Thoha, M. (2008). Perilaku organisasi. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada
Rivai, V. (2007). Kepemimpinan dan perilaku organisasi. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar