1.
HIERARKI KEBUTUHAN MASLOW
Teori
hierarki kebutuhan Maslow adalah
teori yang diungkapkan oleh Abraham
Maslow. Ia beranggapan bahwa kebutuhan-kebutuhan di tingkat rendah
harus terpenuhi atau paling tidak cukup terpenuhi terlebih dahulu sebelum
kebutuhan-kebutuhan di tingkat lebih tinggi menjadi hal yang memotivasi.
Seperti
yang kita pahami bersama bahwa setiap orang memiliki tingkat kebutuhan yang
berbeda.Maslow (1970) telah menyusun kebutuhan-kebutuhan manusia dalam lima
tingkat yang akan dicapai sebagai berikut:
1.
Kebutuhan Fisiologi
Merupakan
kebutuhan tingkat pertama yang paling rendah dan harus dipenuhi dan dipuaskan
sebelum mencapai kebutuhan pada tingkat yang lebih tinggi.Kebutuhan ini terdiri
dari makan,minum,pernapasan dan lain-lain yang bersifat biologis.
2.
Kebutuhan Keamanan
Yang
termasuk kebutuhan keamanan adalah kestabilan, ketergantungan, perlindungan,
bebas dari rasa takut dan ancaman.
3.
Kebutuhan Sosial
Yaitu
kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain, pada saat ini individu akan
sangat merasa kesepian dan terisolasi dari pergaulan.
4.
Kebutuhan Harga Diri
Kebutuhan
harga diri dapat dibagi menjadi dua katagori. Pertama adalah kebutuhan terhadap
kekuasaan, berprestasi, pemenuhan diri, kekuatan, dan kemampuan untuk memberi
keyakinan serta kebebasan. Kedua adalah kebutuhan akan nama baik, status,
keberhasilan, pengakuan, perhatian, penghargaan.
5.
Kebutuhan Aktualisasi Diri
Masing-masing
orang ingin mewujudkan diri sebagai seorang yang mempunyai kemampuan yang unik.
Kebutuhan ini hanya ada setelah empat kebutuhan sebelumnya dicapai secara
memuaskan. Pada dasarnya bertujuan untuk membuat seluruh potensi yang ada dalam
diri seseorang sebagai suatu wujud nyata yaitu dalam bentuk usaha aktualisasi
diri.
2.
KEBUTUHAN YANG RELEVAN DENGAN PERILAKU DALAM ORGANISASI
Teori
jenjang kebutuhan. Teori bahwa manusia mempunyai banyak kebutuhan dan keinginan
yang tersusun sedemikian hingga bila satu kebutuhan telah terpenuhi maka
manusia tersebut akan berusaha akan memenuhi tingkat kebutuhan yang lebih
tinggi telah dikemukan beberapa tahun lalu. Pada setiap saat, sesorang akan
berusaha memuaskan kebutuhan yang berbeda-beda dan kebutuhan-kebutuhan inilah
yang menentukan perilaku manusia. Jenjang kebutuhan manusia bergerak mulai dari
kebutuhan fisik dasar seperti kebutuhan akan makan dan tidur, sampai kebutuhan
psikologis akan makanan yang lebih baik, gengsi dan status serta kenikmatan
hidup. Teori ini menyiratkan bahwa sistem pengendalian manajemen haruslah didasarkan
pada keinginan manusia untuk memuaskan kebutuhannya, yang berbeda setiap saat,
untuk setiap keadaan dan bagi orang yang berbeda. Manajemen senior mempunyai
kebutuhan dan keinginan yang berbeda dari kebutuhan dan keinginan manajemen
yunior. Sistem pengendalian manajemen harus dirancang dengan memperhatikan
kebutuhan-kebutuhan ini agar para anggota organisasi dapat diarahkan untuk
mencapai tujuan organisasi dengan cara yang efektif dan efisien.
3.
ANALISA
Menurut
saya, hierarki kebutuhan yang paling penting yang di gambarkan oleh Abraham
Maslow adalah kebutuhan fisiologis. Contoh dari kebutuhan fisiologis adalah
oksigen untuk bernafas. Semua manusia sangat membutuhkan oksigen untuk
bernafas. Setelah itu, ada kebutuhan akan rasa aman, semua orang pasti
membutuhkan rasa aman atau kenyamanan dalam hidupnya, Setelah kebutuhan
fisiologis dan rasa aman orang menginginkan akan rasa sayang atau cinta, tidak
dapat dipungkiri bahwa setiap orang menginginkan cinta
agar tidak merasa kesepian dan keterasingkan, lalu setelah orang itu
merasa puas akan cinta pasti semua orang membutuhkan kebutuhan esteem yaitu
kebutuhan akan pengakuan dari orang lain karena semua manusia pasti ingin di
akuin keberadaannya dan yang terakhir adalah kebutuhan akulturasi yaitu kebutuhan
yang bagaimana seharusnya manusia lakukan karena telah lahir di dunia ini.
DAFTAR
PUSTAKA
Hamid,
S. (2014). Manajemen sumber daya manusia
lanjutan. Yogyakarta:Deepublish.
Donnelly,
G.I. (1985). Organisasi. Jakarta:
Erlangga
KenBlanchard,
P.H. (1982). Manajemen perilaku
organisasi. Jakarta: Erlangga
Thoha,
M. (2008). Perilaku organisasi.
Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada
Rivai,
V. (2007). Kepemimpinan dan perilaku
organisasi. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar